WhatsApp Image 2024 07 13 At 09.58.23 2 1024x564

WORKSHOP PENULISAN KARYA TULIS ILMIAH

Penulisan karya tulis akademik yang berasal dari penelitian menjadi kebutuhan utama insan akademik baik dosen maupun mahasiswa. Penelitian yang dihasilkan diharapkan dapat terpublikasikan melalui jurnal terakreditasi Sinta, maupun dalam jurnal internasional bereputasi semacam Scopus, DOAJ, atau Copernicus . Mahasiswa program study magister PPKn STKIP Arrahmaniyah telah melaksanakan workshop penulisan karya tulis ilmiah

WORKSHOP PENULISAN KARYA TULIS ILMIAH Read More »

image

STKIP Arrahmaniyah Kukuhkan 501 Wisudawan di Dies Natalis ke-27, Tegaskan Komitmen sebagai Kampus Pencetak Guru Profesional

Swara Pendidikan (Depok) – STKIP Arrahmaniyah kembali mewisuda 501 lulusan pada Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana ke-27 dan Magister ke-9 yang digelar di Gedung Ronatama Graha Convention Hall, Kota Depok. Selasa (9/11/25). Agenda akademik penting ini sekaligus menjadi momentum perayaan Dies Natalis Miladiyah ke-27 kampus tersebut. Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, di antaranya Wali Kota Depok,  Kepala LLDIKTI Wilayah IV Jabar-Banten Dr. Lukman, S.T., M.Hum, Ketua YPI Arrahmaniyah Buya KH. Abudi Somad, jajaran senat, Ketua pondok pesantren YPI Assalamah, KH. Badrudin Toyib, MM, perwakilan Dinas Pendidikan kota Depok, pejabat pemerintah daerah, serta para orang tua wisudawan. Sebelum prosesi wisuda dimulai, hadirin bersama-sama mengenang dan memanjatkan doa untuk Alm. Dr. H. Memed Karmedi, MM, Ketua Senat STKIP Arrahmaniyah yang wafat pada 17 November 2025. Dalam pidatonya, Ketua STKIP Arrahmaniyah, Drs. M. Abduh, M.Si menyampaikan kebanggaannya karena tahun ini kampus berhasil meluluskan: Sejak berdiri tahun 1998, STKIP Arrahmaniyah konsisten melahirkan tenaga pendidik profesional dan inovator pembelajaran. Ribuan sarjana dan ratusan magister telah dihasilkan, lengkap dengan berbagai inovasi metode dan media pembelajaran berbasis penelitian R&D. “Keberhasilan Saudara adalah buah dari kerja keras, ketekunan, dan perjuangan menghadapi berbagai tantangan selama proses studi,” ungkap Ketua STKIP Arrahmaniyah, Drs. M. Abduh, M.Si Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua, wali, penyedia beasiswa, dan keluarga wisudawan. Abduh juga menyoroti arah kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) yang mendorong perguruan tinggi menjadi agen perubahan berbasis sains, teknologi, dan inovasi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Mengutip penyampaian Mendiktisaintek pada KPPTI 2025 di Universitas Negeri Surabaya, STKIP Arrahmaniyah ditegaskan harus hadir memberi dampak sosial, ekonomi, lingkungan, serta inovasi pendidikan yang dapat dirasakan masyarakat. “Ilmu tanpa amal bagaikan pohon tanpa buah. Bawalah selalu STKIP Arrahmaniyah di hati kalian, dan jadikan ilmu yang diraih sebagai manfaat bagi masyarakat,” tandasnya. Sebagai wujud syukur, seluruh hadirin juga diajak berdonasi untuk membantu korban bencana hidrometeorologi di Aceh dan Sumatera. Sesuai laporan BNPB, bencana tersebut menyebabkan 920 korban meninggal, 400 orang masih hilang, serta ribuan warga kehilangan tempat tinggal. Pimpinan kampus menyampaikan terima kasih kepada YPI Arrahmaniyah, LLDIKTI Wilayah IV, Pemerintah Kota Depok, serta seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan pendidikan di STKIP Arrahmaniyah. Ia juga mengakui bahwa masih ada kekurangan dalam sarana prasarana, proses pembelajaran, dan layanan akademik maupun non-akademik. Atas hal itu, pihaknya menyampaikan permohonan maaf dan berkomitmen terus berbenah. Mengakhiri pidatonya, M. Abduh menyampaikan selamat kepada seluruh wisudawan dan keluarga mereka. “Semoga Allah SWT menuntun setiap langkah kalian. Teruslah berkarya, mengabdi, dan menyebarkan manfaat. Raih masa depan yang gemilang dan jadilah bagian dari perubahan Indonesia,” tutupnya. (gus JP) Sumber: https://swarapendidikan.co.id/stkip-arrahmaniyah-kukuhkan-501-wisudawan-di-dies-natalis-ke-27-tegaskan-komitmen-sebagai-kampus-pencetak-guru-profesional/

STKIP Arrahmaniyah Kukuhkan 501 Wisudawan di Dies Natalis ke-27, Tegaskan Komitmen sebagai Kampus Pencetak Guru Profesional Read More »

cover 1 1 1536x784

Hasil Kelulusan Sertifikasi Dosen Reguler Tahun 2025 Gelombang 0 Perguruan Tinggi di Lingkungan LLDIKTI Wilayah IV

Sehubungan dengan telah selesainya pelaksanaan Sertifikasi Dosen (SERDOS) Reguler Tahun 2025 Gelombang 0, dengan ini Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah IV menyampaikan bahwa: Demikian pengumuman ini disampaikan untuk diketahui dan ditindaklanjuti sebagaimana mestinya. Atas perhatian dan kerja sama yang baik, kami ucapkan terima kasih. Sertifikasi Dosen (SERDOS) Reguler Tahun 2025 Gelombang 0Download

Hasil Kelulusan Sertifikasi Dosen Reguler Tahun 2025 Gelombang 0 Perguruan Tinggi di Lingkungan LLDIKTI Wilayah IV Read More »

cover 1 1 1536x784

Penyampaian Edaran Pelaksanaan Penilaian Usulan Kenaikan Jabatan Akademik Dosen Lektor Kepala dan Profesor Gelombang III Tahun 2025

Bersama ini kami sampaikan Surat Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 3265/B4/DT.04.01/2025 tanggal 23 September 2025 perihal Pelaksanaan Penilaian Usulan Kenaikan Jabatan Akademik Dosen Lektor Kepala dan Profesor Gelombang III Tahun 2025. Sehubungan dengan hal tersebut, kami mohon Saudara dapat menindaklanjuti isi surat dimaksud, khususnya terkait linimasa dan ketentuan pengusulan Jabatan Akademik Dosen melalui aplikasi SISTER sebagaimana tercantum dalam surat terlampir. Selain itu, untuk pengusulan melalui laman jad.lldikti4.id, diharapkan sudah diajukan paling lambat tanggal 5 Oktober 2025 agar LLDIKTI Wilayah IV memiliki waktu yang cukup untuk melakukan pemeriksaan awal dan melengkapi dokumen pendukung usulan sesuai ketentuan yang berlaku. Demikian kami sampaikan, atas perhatian dan kerja sama Saudara diucapkan terima kasih Surat Pengantar Ke PTDownload Surat-DinasPelaksanaan Penilaian JAD Gel III_tteDownload

Penyampaian Edaran Pelaksanaan Penilaian Usulan Kenaikan Jabatan Akademik Dosen Lektor Kepala dan Profesor Gelombang III Tahun 2025 Read More »

cover 1 1 1536x784

Hasil Kelulusan Sertifikasi Dosen Reguler Tahun 2025 Gelombang I di Lingkungan LLDIKTI Wilayah IV

Sehubungan dengan telah selesainya pelaksanaan Sertifikasi Dosen (SERDOS) Reguler Tahun 2025 Gelombang I, dengan ini Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah IV menyampaikan bahwa: Demikian pengumuman ini disampaikan untuk diketahui dan ditindaklanjuti sebagaimana mestinya. Atas perhatian dan kerja sama yang baik, kami ucapkan terima kasih. Rev Sertifikasi Dosen (SERDOS) Reguler Tahun 2025 Gelombang IDownload

Hasil Kelulusan Sertifikasi Dosen Reguler Tahun 2025 Gelombang I di Lingkungan LLDIKTI Wilayah IV Read More »

unpak fasilitasi publikasi artikel ilmiah lldikti 4 1536x864

700 Dosen Jabar-Banten ‘Serbu’ Program Publikasi Ilmiah, Siap Dongkrak Jabatan Akademik

Kepala LLDIKTI Wilayah IV, Lukman, mengatakan Total sebanyak 700 dosen dari berbagai perguruan tinggi di Jawa Barat dan Banten mengikuti batch pertama program peningkatan publikasi ilmiah yang telah diselenggarakan sejak Mei 2025. rogram ini diarahkan untuk mendorong kenaikan jabatan akademik dosen, menghasilkan publikasi berkualitas, dan mempercepat pengembangan karier akademik, terutama di perguruan tinggi swasta.  “Kami ingin memastikan dosen tidak hanya produktif menulis, tetapi juga mampu mempublikasikan karyanya di jurnal bereputasi dengan proses peer-review ketat dan terindeks internasional,” tegas Lukman pada Senin, 4 Agustus 2025 di Universitas Pakuan. Dalam konteks sertifikasi dosen, publikasi menjadi salah satu syarat penting. Setiap dosen diwajibkan memiliki minimal satu karya ilmiah  terbit di jurnal nasional terakreditasi atau jurnal internasional terindeks, bukan jurnal predator. Untuk dosen seni budaya, karya seni diakui perguruan tinggi dapat menjadi alternatif. Gelombang pertama tahun ini mencatat 268 ajuan publikasi karya tulis ilmiah. Dari jumlah itu, 97 dinyatakan lulus, 23 harus direvisi, dan enam di antaranya berhasil lolos setelah perbaikan. Peserta berasal dari berbagai jenjang jabatan akademik: 119 Asisten Ahli (38 di antaranya belum memiliki publikasi), 195 Lektor, dan 54 Lektor Kepala. Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Pakuan (Unpak), Eri Sarimanah menegaskan komitmennya dalam menjaga integritas akademik dan memperkuat budaya publikasi ilmiah di kalangan dosen. Capaian publikasi diraih Unpak bukan datang begitu saja, melainkan hasil kerja bersama seluruh sivitas akademika.  “Ketercapaian itu karena komitmen kita dalam meningkatkan budaya akademik,” tegas Eri. Ia menjelaskan, pada 6 Juni 2025 Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi telah mengeluarkan edaran kepada perguruan tinggi untuk membentuk komite atau integritas akademik. Salah satu cakupan pentingnya adalah mengatur publikasi karya ilmiah agar sesuai dengan kaidah akademik dan etika penelitian. Di Unpak, penerapan integritas akademik diperkuat melalui SOP penanggulangan pelanggaran. Panduan ini memuat langkah penanganan jika terjadi pelanggaran, mulai dari plagiarisme hingga penyalahgunaan data penelitian.  “Ini semua sangat erat hubungannya dengan kegiatan hari ini,” ungkapnya. Ia menambahkan, publikasi karya ilmiah harus mengacu pada Permendikbudristek Nomor 39 Tahun 2021. Regulasi ini menegaskan bahwa karya ilmiah merupakan hasil kegiatan tridharma perguruan tinggi, baik dalam bentuk tulisan maupun bentuk lain telah terpublikasikan.  “Karya ilmiah yang kita buat dan terbitkan harus bisa memberikan dampak positif bagi masyarakat,” tuturnya. Dengan kebijakan ini, Unpak berharap setiap publikasi bukan hanya menjadi penanda pencapaian akademik dosen, tetapi juga menjadi kontribusi nyata kampus bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan kemajuan masyarakat. Salah satu narasumber Workshop Publikasi Artikel Ilmiah yang diselenggarakan di Unpak, Anna Permanasari menegaskan, publikasi ilmiah bukan sekadar kewajiban administratif dosen, melainkan ukuran utama kesahihan seorang peneliti. “Jika sudah menasbihkan diri menjadi dosen, maka kewajiban Bapak Ibu adalah menjadi pendidik profesional sekaligus ilmuwan,” ujarnya membuka paparan.  Menurutnya, seorang peneliti baru benar-benar memasuki ranah sains ketika hasil penelitiannya disajikan kepada publik dalam bentuk yang dapat diuji, dinilai, dan dievaluasi secara bebas.  “Itu bentuk kesahihan kita sebagai peneliti,” tambahnya. Anna juga membagikan pengalaman pribadi. Meski berpengalaman menjadi reviewer artikel ilmiah, ia pernah merasakan artikelnya ditolak dengan 28 alasan.  “Saat dibaca, memang masuk akal. Proses bolak-baliknya cukup lama. Jadi hati-hati ketika mengirimkan artikel,” pesannya. Ia juga mengingatkan, temuan spesifik sering kali luput disampaikan dalam laporan penelitian, padahal hal itu penting untuk memperkuat nilai ilmiah. Dalam sesi tersebut, ia memaparkan delapan kunci substansi artikel ilmiah wajib diperhatikan penulis: pendahuluan yang tajam, gap analysis jelas, tujuan penelitian terukur, metode lengkap, penyajian hasil harus menarik, pembahasan dengan perbandingan referensi relevan, simpulan dibuat ringkas, serta referensi minimal 25 sumber dengan 80% di antaranya berasal dari jurnal. Anna juga membedah sejumlah kendala akan dihadapi penulis, mulai dari kesulitan menentukan tema, lemahnya gap analysis, keterbatasan data, hingga penyajian hasil kurang menarik. Faktor psikologis seperti rasa tidak mampu, takut, atau kurang percaya diri juga sering menjadi penghambat.  “Banyak yang merasa tidak bisa padahal belum mencoba. Ada juga yang tidak tahu harus mulai dari mana dan mengirim ke mana,” jelasnya. Tak kalah penting, ia mengingatkan agar penulis menghindari pelanggaran etika publikasi, seperti plagiarisme, fabrikasi data, penggunaan data tanpa izin, salami slicing, pelanggaran hak kepenulisan, publikasi ganda, hingga konflik kepentingan. Menutup paparannya, Anna menegaskan peran ganda seorang dosen: pendidik profesional yang memiliki kualifikasi akademik minimal magister, pengalaman mengajar, jabatan fungsional, serta lulus uji kompetensi,; sekaligus ilmuwan yang aktif melakukan penelitian, mempublikasikan hasilnya, memiliki indeks sitasi, H-index, skor Sinta, hingga kekayaan intelektual. “Publikasi bukan hanya soal memenuhi syarat jabatan. Ini tentang kontribusi kita pada ilmu pengetahuan dan dampak yang bisa dirasakan masyarakat,” pungkasnya.

700 Dosen Jabar-Banten ‘Serbu’ Program Publikasi Ilmiah, Siap Dongkrak Jabatan Akademik Read More »